Satgas TMMD ke-126 Kodim 0816/Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai Afur di Desa Kedondong untuk Cegah Banjir dan Dukung Pertanian


 

Sidoarjo, Jumat (24 Oktober 2025) — Dalam rangka mendukung kelancaran aliran air dan mencegah terjadinya banjir saat musim penghujan, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0816/Sidoarjo melaksanakan kegiatan pengafuran atau normalisasi Sungai Afur di Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, dengan panjang pengerjaan mencapai 150 meter.

 

Kegiatan ini merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-126, yang bertujuan tidak hanya memperlancar aliran air sungai, tetapi juga menjaga suplai air untuk kebutuhan pertanian warga di sekitar wilayah tersebut.

 

Desa Kedondong diketahui merupakan daerah yang rawan banjir saat musim hujan, di mana air kerap meluap dan merendam area persawahan akibat pendangkalan dan penyumbatan aliran sungai. Melihat kondisi tersebut, Satgas TMMD bersama Pemerintah Desa Kedondong bergerak cepat untuk melakukan normalisasi dengan melibatkan alat berat jenis backhoe guna mempercepat pengerukan sedimen di dasar sungai.

 

“Mulai hari ini, alat berat dari Satgas TMMD ke-126 diterjunkan untuk melakukan pengerukan sedimen di Sungai Afur Kedondong. Pekerjaan ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tujuh hari, dan sebelum penutupan TMMD ke-126, pengerjaan afur ini diharapkan sudah selesai 100 persen,” ujar Jamali, Kepala Desa Kedondong.

 

Jamali menjelaskan, pendangkalan sungai yang terjadi selama ini menyebabkan Sungai Afur Kedondong sering meluap hingga ke area persawahan warga setiap kali hujan deras mengguyur. Dengan adanya kegiatan TMMD di desanya, ia merasa sangat terbantu karena permasalahan tersebut kini mendapat perhatian serius.

 

“Alhamdulillah, dengan adanya TMMD di Desa Kedondong, kegiatan normalisasi sungai yang sudah lama kami harapkan akhirnya bisa terlaksana. Semoga aliran air kembali lancar, tidak ada lagi banjir, dan lahan pertanian warga bisa lebih produktif,” ungkapnya penuh syukur.

 

Selain mencegah banjir, hasil pengerukan atau sedimen dari sungai (dikenal dengan istilah walet) nantinya akan dimanfaatkan untuk pengurukan jalan usaha tani, sehingga memiliki nilai guna yang lebih luas bagi masyarakat.

 

“Sedimen hasil pengerukan akan kami manfaatkan untuk memperbaiki dan menguruk jalan usaha tani. Dengan begitu, hasil normalisasi sungai ini juga ikut mendukung program swasembada pangan di Desa Kedondong,” imbuh Jamali.

 

Kegiatan normalisasi sungai ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun desa dari berbagai sektor, baik infrastruktur, lingkungan, maupun pertanian. Semangat gotong royong yang terjalin dalam TMMD ke-126 di Desa Kedondong menunjukkan bahwa Kemanunggalan TNI dan Rakyat benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Editor : Redaksi

Berita Terpopuler
Berita Terbaru