Sidoarjo — Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional serta upaya peningkatan produktivitas pertanian tebu, Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu, Pelda M. Hanafi S, melaksanakan pendampingan survei dan verifikasi CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) pada kegiatan bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu Tahun 2026, Kamis, 8 Januari 2026.
Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan di lahan tebu milik Ibu Nabitha Azzahwa Rosydi yang berlokasi di Desa Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan survei dan verifikasi CPCL berjalan sesuai ketentuan, serta menjamin bahwa data lahan yang diajukan benar-benar akurat, valid, dan layak untuk menerima program bongkar ratoon dan perluasan lahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Desa Jimbaran Wetan, Ibu Umilatin, Babinsa Desa Jimbaran Wetan Pelda M. Hanafi S, Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Wonoayu Ibu Dyah Kusmindarti beserta anggota, Petugas dari Pabrik Gula Candi Bapak Nuryoto, serta Ketua RT 01 RW 01 Desa Jimbaran Wetan, Bapak Sodik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan petugas PPL bersama perwakilan dari Pabrik Gula Candi di lokasi lahan. Selanjutnya dilakukan pengukuran luas lahan CPCL untuk mencocokkan data pengajuan dengan kondisi riil di lapangan. Setelah proses pengukuran, dilaksanakan penandatanganan surat keterangan kepemilikan lahan sebagai bentuk legalitas administrasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengambilan dokumentasi lahan, yang akan digunakan sebagai kelengkapan berkas penerima program CPCL.
Dari hasil survei dan verifikasi tersebut, diketahui bahwa luas lahan yang diajukan CPCL mencapai kurang lebih 4 hektare, dengan pemilik lahan atas nama Ibu Nabitha Azzahwa Rosydi.
Pada kesempatan yang sama, Pelda M. Hanafi S menyampaikan pendapat dan penjelasan secara detail. Ia menegaskan bahwa survei dan verifikasi CPCL merupakan tahapan yang sangat penting agar program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi petani. “Pendampingan ini dilakukan agar data yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan verifikasi yang akurat dan transparan, program bongkar ratoon serta perluasan lahan tebu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani, sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku gula nasional,” ujar Pelda Hanafi.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan wujud sinergi TNI dengan pemerintah desa, PPL, dan pihak Pabrik Gula, dalam memberikan pendampingan, rasa aman, serta motivasi kepada para petani agar terus bersemangat dalam mengelola lahan pertanian mereka.
Kegiatan survei dan verifikasi CPCL tersebut berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari seluruh pihak yang terlibat. Melalui pendampingan ini, diharapkan program bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu Tahun 2026 dapat terlaksana secara optimal, memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani, dan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Editor : Redaksi