Babinsa Rangkul Ratusan Jiwa Muda SMPN 2 lewat Ketegasan yang Teduh

Reporter : Redaksi

SIDOARJO – Riuh rendah semangat masa depan membubung tinggi di atas Lapangan SMP Negeri 2 Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin pagi (13/7/2026). Sebanyak 230 pasang mata siswa-siswi baru tampak berbinar, memancarkan antusiasme tatkala menyambut kehadiran para penjaga benteng pertahanan bangsa dari Koramil 0816/06 Tanggulangin.

Kehadiran tiga personel TNI AD yang dipimpin oleh Serma Ahmad Faruq hari itu membawa misi mulia: bukan untuk menularkan ketegangan kaku khas militer, melainkan menyiramkan benih-benih nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab ke dalam sanubari para pelajar sejak dini melalui ketegasan yang humanis.

Baca juga: Babinsa Wonoayu Hadir Menguatkan, Posyandu Mojorangagung Satukan Kepedulian untuk Semua Generasi

Ditemani jajaran guru pendamping yang setia menyuntikkan motivasi dari tepi lapangan, sinergi antara dunia pendidikan dan aparat teritorial ini larut dalam suasana penuh keakraban.

Langkah demi langkah dalam Peraturan Baris Berbaris (PBB) dikupas secara mendalam. Sebelum peluh mulai membasahi bumi, para Babinsa terlebih dahulu membekali materi teoretis mengenai sejarah dan fondasi filosofis di balik gerakan baris-berbaris. Bagi mereka, PBB adalah refleksi dari keteraturan hidup.

Satu per satu gerakan dasar diperagakan dengan telaten. Mulai dari keheningan sikap sempurna, kehormatan yang tulus dalam sikap hormat, hingga presisi saat melakukan gerakan hadap kanan, hadap kiri, dan balik kanan. Tak berhenti di situ, para siswa ditantang untuk meningkatkan kepekaan sosial mereka melalui latihan teknik formasi dasar dan gerakan berjalan yang menuntut kekompakan mutlak.

Baca juga: Babinsa Kota Sidoarjo Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air kepada Siswa Baru SMPN 1 Sidoarjo

Melalui instruksi yang komunikatif dan penuh kesabaran, para Babinsa menyisipkan pesan mendalam bahwa keselarasan gerakan di lapangan baris-berbaris adalah cerminan dari etika, kepatuhan pada aturan, serta indahnya semangat bergotong-royong dalam kehidupan bermasyarakat.


Seluruh rangkaian latihan ditutup dengan aman, tertib, dan tanpa kendala sedikit pun, Serma Ahmad Faruq membagikan pandangannya yang menyentuh esensi terdalam dari kegiatan ini. "Pelatihan PBB ini bukan sekadar urusan menyeragamkan derap langkah kaki atau kekakuan fisik semata. Di dalam setiap komando, tersimpan nilai-nilai kehidupan yang sangat fundamental—mulai dari kepemimpinan, kepedulian antarsesama, hingga kemampuan melunakkan ego demi mencapai keharmonisan bersama. Fondasi mental yang tangguh seperti inilah yang harus kita rekatkan pada diri tiap pelajar untuk menyongsong masa depan mereka," tutur Serma Ahmad Faruq dengan nada bicara yang teduh namun berwibawa.

Ia menambahkan bahwa pembentukan moral generasi penerus tidak bisa bertumpu pada satu pundak saja, melainkan membutuhkan jalinan kemitraan yang harmonis antara lingkungan sekolah, kehangatan keluarga, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. "Harapan terbesar kami, riak-riak disiplin yang lahir di lapangan hari ini tidak menguap begitu saja. Kami ingin nilai-nilai ini mengalir dalam keseharian mereka—tercermin dari bagaimana mereka menghargai waktu, menuntaskan tugas, menaruh hormat yang takzim kepada guru dan orang tua, serta menyebarkan kasih sayang kepada sesama teman. Dengan moralitas yang kokoh, mereka tidak hanya akan bersinar secara akademis, melainkan tumbuh menjadi insan berintegritas yang mencintai tanah airnya," pungkasnya penuh harap.

Baca juga: Babinsa Waru Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kebangsaan kepada Siswa SMPN 4 Waru

Apresiasi tinggi juga disematkan kepada pihak manajemen sekolah SMPN 6 Tanggulangin yang telah membuka ruang bagi TNI untuk ikut ambil bagian dalam menenun karakter peserta didik. Langkah taktis ini menjadi bukti nyata bahwa Koramil 0816/06 Tanggulangin konsisten hadir di tengah denyut nadi masyarakat.

Lewat peluh yang menetes di bawah langit Tanggulangin, kegiatan ini meninggalkan pesan kuat: bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa bukanlah sekadar angka-angka di atas kertas rapor, melainkan pembentukan karakter, etika, dan jiwa kepemimpinan yang tangguh di dalam dada setiap pemuda yang siap mengawal kemajuan Indonesia.

Editor : Redaksi

Berita Terpopuler
Berita Terbaru