SIDOARJO – Komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu, Serda Heri Yulianto, menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan Rembug Stunting Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan pada Selasa (21/7/2026) di Balai Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, pendamping desa, serta para kader dalam menyusun langkah nyata pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Baca juga: Babinsa Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air kepada Siswa Baru SMAN 4 Sidoarjo
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan. Acara kemudian diteruskan dengan sambutan Kepala Desa Wonokalang, sambutan Camat Wonoayu, sambutan Pendamping Desa, pelaksanaan rembug stunting, doa bersama, dan diakhiri dengan penutupan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Wonokalang menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam mendukung program percepatan penanganan stunting. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kepedulian bersama, mulai dari keluarga, pemerintah desa, tenaga kesehatan hingga seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Camat Wonoayu mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan koordinasi dan konsistensi dalam menjalankan program-program kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi ibu hamil, balita, serta edukasi kepada masyarakat agar angka stunting dapat ditekan secara berkelanjutan.
Baca juga: Istighosah dan Dialog Warga Perkuat Harmoni di Tanggulangin
Pada sesi rembug, berbagai masukan, evaluasi, dan usulan program dibahas secara terbuka. Forum ini menjadi wadah untuk mengidentifikasi faktor penyebab stunting, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah-langkah prioritas yang akan dilaksanakan secara terpadu di Desa Wonokalang.
Babinsa Desa Wonokalang Serda Heri Yulianto menyampaikan bahwa penanganan stunting bukan semata menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan maupun pemerintah desa, melainkan membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil, balita, serta pentingnya pemenuhan gizi sejak dini sebagai investasi bagi masa depan bangsa.
Baca juga: Lomba Menembak HUT Ke-60 Korem 084/BJ Pererat Soliditas Prajurit Kodim 0816/Sidoarjo
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah desa, tenaga kesehatan, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, dan kader kesehatan harus terus dipertahankan agar setiap program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting perlu terus digencarkan. "Kami sebagai aparat kewilayahan siap mendukung dan mengawal setiap program pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting. Melalui kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kami optimistis dapat mewujudkan generasi Desa Wonokalang yang sehat, kuat, dan berkualitas," ujar Serda Heri Yulianto.
Melalui kegiatan Rembug Stunting Tahun 2026 ini diharapkan lahir komitmen bersama yang semakin kuat dalam mempercepat penurunan angka stunting di Desa Wonokalang. Sinergi yang terjalin antara pemerintah, aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, serta masyarakat menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus membangun sumber daya manusia yang unggul demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Editor : Redaksi