Babinsa 0816/13 Hadiri Tasyakuran Dan Doa Bersama Sedekah Bumi Desa

avatar

Babinsa 0816/13 Hadiri Tasyakuran Dan Doa Bersama Sedekah Bumi Desa

 

Sidoarjo – Tradisi sedekah bumi ini, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu.

 

Ritual sedekah bumi ini biasanya dilakukan oleh mereka pada masyarakat jawa yang berprofesi sebagai petani, nelayan yang menggantungkan hidup keluarga dan sanak famil mereka dari mengais rizqi dari memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi. Seperti yang di laksanakan di Balai desa Wonoayu Jum at pukul 08.00 Wib.

 

Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu Serma Abas Jaelani menghadiri tasyakuran dan doa bersama warga Wonoayu dalam rangka sedekah bumi, (14/02/2020).

 

Acara yang di hadiri oleh Kepala Desa PLT Desa Wonoayu Bpk Yanis dan Mantan Kepala Desa Supriyadi bersama perangkat Desa Wonoayu dan bersama Mantri Pertanian Kecamatan Wonoayu beserta warga Desa Wonoayu Ketua Rw dan Ketua Rt, Toga dan Tomas tersebut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rejeki yang di berikan kepada warga desa Wonoayu Kepala Desa PLT Desa Wonoayu Bpk Yanis menuturkan, bahwa doa bersama dan tasyakuran ini sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, sehingga sampai saat ini masih di berikan kesehatan, keselamatan, dan masih di berikan rejeki.

 

Bpk Yanis menambahkan, bahwa sebentar lagi warga desa akan merayakan pesta demokrasi memilih Kepala desa. Warga di harapkan dapat menggunakan hak suaranya dengan baik, demi kemajuan desa.

 

“Dengan doa bersama ini, selain sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, juga untuk mendoakan desa kita, agar selalu di beri keamanan dan ketrentaman”, ujarnya. Sementara itu, Serma Abas Jaelani menyampaikan bahwa acara sedekah bumi desa Wonoayu banyak rangkaiannya. Salah satunya Doa bersama, dan tasyakuran .

 

Ini sebagai ajang silaturahmi antar warga, sehingga kerukunan dan keguyuban warga dapat tetap terbina dan terjalin. “Ini salah satu sarana silaturahmi warga, dan juga untuk mempertahankan budaya warisan leluhur yang ada”, jelas Serma Abas Jaelani. (Arfn).

Berita Terbaru