Jembatan Garuda di Prasung Tani, Penghubung Harapan dan Penguat Ekonomi Warga

avatar Redaksi

SIDOARJO – Semangat membangun dari pinggiran demi memperkuat kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan oleh Kodim 0816/Sidoarjo melalui pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Prasung Tani RT 006 RW 003, Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Infrastruktur yang mulai dikerjakan sejak 7 Juni 2026 tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan warga akan akses transportasi yang aman, kuat, dan mampu mendukung aktivitas perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. Sabtu, 13 Juni 2026.

Jembatan Garuda dibangun membentang di atas sungai selebar 10 meter dengan konstruksi beton permanen sepanjang 10 meter dan lebar 2 meter. Memiliki tinggi konstruksi 4 meter serta kapasitas beban hingga 10 ton, jembatan ini dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan utama warga setempat.

Baca Juga: Gotong Royong Wujudkan Jembatan Perintis Garuda, Babinsa dan Warga Siapkan Pondasi Harapan

Keberadaan Jembatan Garuda diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 200 jiwa atau 136 kepala keluarga. Tidak hanya masyarakat sekitar, para petani tambak, petani sawah, pelaku usaha kecil, hingga pengguna jalan dari wilayah sekitar juga akan merasakan dampak positif dari hadirnya sarana penghubung yang lebih representatif dan berdaya guna tinggi.

Selama bertahun-tahun, warga harus menghadapi berbagai keterbatasan akses menuju area pertanian dan tambak, terutama saat musim penghujan atau ketika debit air sungai mengalami peningkatan. Kondisi tersebut sering kali menghambat mobilitas masyarakat serta memperlambat proses pengangkutan hasil panen dan hasil tambak. Dengan hadirnya Jembatan Garuda, hambatan tersebut diharapkan dapat teratasi sehingga aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lebih lancar, efektif, dan produktif.

Danramil 0816/03 Buduran, Kapten Inf M. Nuri, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan wilayah melalui penyediaan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi warga. “Jembatan Garuda bukan sekadar konstruksi beton yang menghubungkan dua sisi sungai. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi simbol kebersamaan, harapan, dan kemajuan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa warga memiliki akses yang layak untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” ungkap Kapten Inf M. Nuri.

Baca Juga: Jembatan Perintis Garuda Sumorame, Akses Baru Penguat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah. Akses yang baik akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas, mempercepat distribusi hasil produksi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan aktivitas sosial warga. “Ketika konektivitas semakin baik, maka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat juga semakin besar. Hasil pertanian dan tambak dapat lebih mudah dipasarkan, biaya transportasi menjadi lebih efisien, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Inilah esensi pembangunan yang sesungguhnya, yakni menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Kapten Inf M. Nuri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa yang telah mendukung proses pembangunan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Baca Juga: Jembatan Perintis Garuda Terus Dibangun, Harapan Baru Warga Gelam Kian Nyata

Saat ini proses pembangunan Jembatan Garuda terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Dengan mengedepankan kualitas konstruksi, keamanan kerja, dan kebermanfaatan jangka panjang, jembatan tersebut diharapkan segera dapat digunakan oleh masyarakat.

Ke depan, Jembatan Garuda tidak hanya akan menjadi penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung harapan bagi masyarakat Desa Prasung. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat aktivitas sosial, memperlancar roda perekonomian, serta menjadi simbol nyata hadirnya pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Berita Terbaru