SIDOARJO – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan aparat kewilayahan. Semangat tersebut tercermin dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., yang didampingi Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., ke Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Cabang Sidoarjo, Jalan Raya Buncitan No. 82, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda strategis Kementerian Pertanian untuk meninjau sarana dan prasarana pertanian modern, memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dan industri strategis, serta mempercepat terwujudnya Swasembada Gula Nasional. Kegiatan berada di bawah koordinasi Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng.
Baca Juga: Lomba Menembak HUT Ke-60 Korem 084/BJ Pererat Soliditas Prajurit Kodim 0816/Sidoarjo
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan Menteri Pertanian beserta rombongan yang disambut hangat oleh jajaran pimpinan ITS dan para tamu undangan. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, akademisi, dan aparat kewilayahan menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang semakin modern dan berdaya saing.
Selanjutnya, Menteri Pertanian bersama rombongan meninjau berbagai hasil inovasi teknologi pertanian karya sivitas akademika ITS. Beragam inovasi yang dipamerkan meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan), benih jagung unggul, traktor listrik, alat panjat kelapa, hingga program bantuan benih jagung.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Pertanian berdialog langsung dengan para peneliti, dosen, dan mahasiswa mengenai pengembangan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan. Berbagai inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi biaya operasional, serta mempercepat transformasi menuju pertanian modern yang berbasis teknologi.
Menteri Pertanian menggelar konferensi pers dan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar dapat diterapkan secara nyata di sektor pertanian nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia akademik menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Lomba Menembak FNC HUT Ke-60 Korem 084/BJ Asah Profesionalisme dan Soliditas Prajurit
Agenda kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan ITS. Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian memberikan arahan kepada Rektor ITS agar terus mengembangkan motor listrik untuk mendukung mekanisasi pertanian serta memperkuat penelitian terhadap benih jagung varietas MTE-09 guna menghasilkan varietas unggul yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
Di sela-sela kegiatan, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H. menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, TNI AD melalui satuan kewilayahan memiliki komitmen untuk terus mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. Pendampingan kepada petani, penguatan komunikasi dengan pemerintah daerah, serta sinergi bersama perguruan tinggi menjadi bagian dari kontribusi nyata TNI dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian. "Inovasi teknologi harus mampu memberikan manfaat langsung kepada para petani. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan aparat kewilayahan merupakan fondasi yang sangat penting dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, dan mandiri. Kodim 0816/Sidoarjo siap mendukung setiap program strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan teritorial yang berkelanjutan," ujar Letkol Inf Abraham Prihadi.
Baca Juga: Penutupan MTQ XXXII Sidoarjo, Perkuat Syiar Islam dan Persatuan Umat
Ia menambahkan bahwa berbagai inovasi yang dikembangkan ITS merupakan bukti nyata bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia. Oleh karena itu, hasil-hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat diimplementasikan secara luas sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani.
Kunjungan kerja Menteri Pertanian RI di Kampus ITS Cabang Sidoarjo menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, percepatan program swasembada pangan, termasuk Swasembada Gula Nasional, diharapkan dapat segera terwujud sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Editor : Redaksi